4 Alasan Milenial Ragu Buat Investasi (Plus Cara Mengatasinya). Kalau Kamu yang Mana?

Bila didengar sekalian lalu, kata investasi berkesan kaku, penuh resiko, dan terbatas untuk kebutuhan kelompok berduit banyak saja. Penglihatan sepintas itu tidak salah, tetapi bukan juga betul. Sebab kenyataannya, investasi itu wajib untuk siapa. Walau demikian, ada banyak angkatan milenial Indonesia yang malas lakukan investasi. Masih ragu-ragu, begitu.

Tetapi namanya manusia, lumrah berlaku ragu-ragu. Apa lagi saat hadapi dengan satu perihal yang baru. Nah, agar kamu tidak ikutan sangsi pada tahun yang baru ini, berikut jawaban atas 4 argumen umum kenapa milenial malas melakukan investasi. Siapa tahu momen tahun baru ini menjadi saat yang pas untukmu mulai melakukan investasi. Cuss!

Tidak dipungkuri, ada banyak yang memandang menabung dan melakukan investasi itu sama. Memang sich, arah ke-2 nya ialah simpan uang. Tetapi sesungguhnya dua ini berlainan lho. Gampangnya, menabung mempunyai tujuan untuk keperluan periode pendek. Contoh untuk membeli hp baru. Sesaat melakukan investasi adalah aktivitas simpan uang untuk keperluan periode panjang. Maksudnya apa? Ya untuk memperoleh keuntungan. Contoh untuk dana pensiun atau dana pengajaran anak nantinya.

Nah, jadi saat ini berikan pola pikir jika menabung tidak sama dengan investasi. Ke-2 nya sama penting, tetapi alangkah baiknya jika kamu lakukan ke-2 nya sekalian. Sebab dalam periode waktu simpan uang yang serupa, ucapkanlah lima tahun, uang yang diinvestasikan akan semakin lebih memberikan keuntungan dibanding ditabung. Bunga dari investasi semakin tinggi, disamping itu dapat menantang inflasi.

Ini argumen yang umum. Umumnya jika dengar kata investasi, beberapa hal seram langsung ada di pemikiran. Soalnya beberapa dari kita yang berasa investasi itu benar-benar susah dan beresiko tinggi. Ya sich, yang bernama investasi tentu ada resiko rugi. Tapi, untuk investasi pasar uang seperti Reksa Dana itu mempunyai resiko rugi yang terendah, kok. Langkah kerja investasi reksa dana ini: uang yang kamu investasikan akan dihimpun oleh Manager Investasi untuk selanjutnya diinvestasikan ke instrumen pasar uang seperti Saham, Deposito, dan Obligasi. Sedang kesempatan resiko investasi Reksa Dana ialah bila terjadi pengurangan harga dari dampak, likuiditas, atau wanprestasi.

Navigation

error: Content is protected !!